Sejenak Pagi #314 | Hendaknya Ada Waktu Khusus Untuk Muhasabah

Sejenak Pagi #314 | Hendaknya Ada Waktu Khusus Untuk Muhasabah

Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata, Muhasabah

“Hendaklah seorang hamba memiliki waktu-waktu khusus menyendiri untuk berdoa, shalat, merenung, muhasabah dan memperbaiki hatinya”.

Suatu organisasi atau lembaga perlu ada rapat rutin untuk EVALUASI, baik itu rapat pekanan, bulanan atau tahunan. Dalam rapat tersebut dibahas:

  1. Masalah dan problem kemudian dicarikan solusinya
  2. Keunggulan dan kemajuan kemudian dipertahankan dan ditingkatkan
  3. Apakah jalannya masih sesuai dengan tujuan awal dan pedoman organisasi

Maka demikian juga dengan seorang hamba, ia harus punya waktu-waktu khusus untuk menyendiri, hanya berdua dengan Rabb-nya. Tidak ada manusia bersamanya dan jauh dari hiruk pikuk jenuhnya dunia dan dalam, ketenangan pikiran bisa jadi: Di sepertiga akhir malam, Sebelum tidur, Di waktu dhuha

Hendaknya dia EVALUASI/MUHASABAH:

  1. Apa hakikat hidup dan penciptaan dia di dunia
  2. Ke mana ia akan kembali setelah kematian
  3. Sampai kapan ia terus tamak mengejar dunia sampai akhirat dilupakan
  4. Sudah sampai mana bekal yang ia siapkan untuk kampung abadi akhirat kelak
  5. Bagaimana jika ia tiba-tiba meninggal, siapkah?
  6. Apa kekurangan dirinya sehingga ia bisa perbaiki
  7. Apakah akhlaknya sudah bagus atau ia dijauhi oleh manusia karena akhlaknya yang buru
  8. Apa ia sudah mempelajari agama sebagai jalan utama masuk surga dan dijauhkan dari neraka
  9. Apakah teman-temannya orang baik-baik atau tidak, karena seseorang akan dikumpulkan di akhirat bersama kawan-kawannya. Muhasabah
Baca Juga : Sejenak Pagi #313 | Bertawakkallah

Siapakah orang yang cerdas?

orang yang menyiapkan masa depan.

Masa depan yang paling depan bukanlah usia tua tetapi akhirat.

Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Orang yang pandai itu ialah, orang yang mampu MENGEVALUASI dirinya dan beramal (mencurahkan semua potensi) untuk kepentingan SETELAH MATI. Sedangkan orang yang lemah ialah, orang yang mengikuti hawa nafsunya kemudian berangan-angan kosong kepada Alloh.”

[HR.Tirmidzi]

Sebagaimana organisasi dan perusahaan melakukan evaluasi untuk menghadapi hari ESOK yang lebih baik, demikian juga seorang muslim MUHASABAH untuk hari esok yang lebih baik

 

Alloh Ta’ala Berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari ESOK (akhirat); dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

[QS. al-Hasyr/59:18].

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Muhasabah