Sejenak Pagi #282 | Badai Kehidupan

Sejenak Pagi #282 | Badai Kehidupan

Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti. Badai Kehidupan

 

“BAGAIMANA, Ayah? Kita berhenti?”, Si Anak bertanya.

 

“Teruslah.. !”, kata Ayah.

Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, BAHKAN ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.

“Ayah…?”

“TERUSLAH mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya TETAP mengemudi dengan bersusah payah. Badai Kehidupan

Baca Juga : Sejenak Pagi #281 | Menunda Kesenangan

Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak beberapa meter saja.

 

Si Anak mulai takut.

NAMUN… tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.

 

Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda dan angin mulai berkurang. SETELAH beberapa kilometer lagi, SAMPAILAH mereka pada daerah yang kering dan matahari bersinar.

 

“SILAKAN berhenti dan keluarlah”, kata Ayah.

 

“KENAPA sekarang?”, tanya-nya .

 

“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.

 

Sang Anak berhenti dan keluar.

 

Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. MEMBAYANGKAN orang-orang yang terjebak di sana. BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidakpastian. JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, dan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

 

LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan, dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU bersama Alloh Ta’ala. KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, karena kita yakin bahwa di depan sana ada harapan kita dan kebahagiaan ada untuk kita.

 

Selamat beraktifitas, tetap semangat, berikan yang terbaik utk keluarga dan sesama, bersama Alloh pasti bisa dan pasti ada solusinya, percayalah.

 

Semoga kita bisa terus istiqomah senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat yang baik, beribadah dg penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Badai Kehidupan