Sejenak Pagi #281 | Menunda Kesenangan

Sejenak Pagi #281 | Menunda Kesenangan

Salah satu satwa khas Indonesia adalah burung Maleo, yang hanya terdapat di Sulawesi. Populasi unggas yang satu ini sudah masuk kategori terancam punah, sekira sepuluh ribu ekor saja yang tersisa di dunia ini. Menunda Kesenangan

Keunikan dari burung Maleo terletak pada ukuran telurnya yang bisa lima kali lebih besar dari telur ayam biasa. Saking besarnya, induk Maleo sering pingsan ketika bertelur. Karena alasan ini pula telur Maleo tidak dierami induknya.

Setelah bertelur, burung jantan dan betina akan bekerja sama menggali pasir lalu mengubur telur mereka. Kehangatan suhu bawah tanah akan menyebabkan telur tersebut dierami secara alami.

Setelah telur itu terkubur dengan baik, mereka juga akan membuat gundukan pasir yang palsu untuk mengecoh predator pemakan telur, seperti ular, biawak, maupun burung elang. Sungguh luar biasa kecerdasan burung kecil ini membuat strategi yang mengelabui lawan.

Tidak cukup sampai di situ, induk Maleo akan pergi dengan jarak cukup jauh meninggalkan telurnya. Sebab jika keberadaan mereka dekat dengan posisi telur, tentu akan membuat curiga hewan-hewan predator tersebut.

Subhanalloh, Tidak mungkin makhluk kecil itu mampu merancang tindakan yang sangat cemerlang tersebut, kalau bukan kehendak Alloh Ta’ala. Lihatlah burung Maleo sanggup menunda keinginan untuk berkumpul bersama anak-anak mereka, padahal tentu saja induk mana yang tidak menanti-nanti anggota keluarga baru. Seeko

unggas mungil bisa mengambil keputusan untuk menunda kesenangan sementara, demi kemenangan yang lebih besar!. Betapa kita perlu belajar dari mereka tentang menunda kesenangan. Banyak sekali sikap kita yang menunjukkan bahwa kita terburu-buru ingin menikmati hasil meski baru di tahap awal.  Menunda Kesenangan

Baca Juga : Sejenak Pagi #280 | Pesan Ayah Pada Putrinya

Gaji baru naik sedikit sudah ganti tipe handphone terbaru, padahal yang lama belum lagi rusak. Bisnis baru ada hasilnya sedikit sudah memutuskan belanja barang-barang teranyar, meski tidak terlalu dibutuhkan dan pula tidak tahu mau disimpan di mana.

Akibatnya dana cadangan tidak sedia, padahal segala sesuatu bisa terjadi dalam dunia usaha. Belum lagi segala kesenangan tersebut jika mau jujur hanya pemborosan saja yang bersifat konsumtif.

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaiton.”

(QS Al Isro’ : 26-27)

Mari kita melatih diri ini agar mampu menunda kesenangan sementara, demi kemenangan yang lebih besar! Karena salah satu rahasia orang-orang yang berhasil di bidangnya adalah mereka yang tidak cepat berfoya-foya dengan pencapaian mereka.

 

Semoga kita bisa terus istiqomah senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat yg baik, beribadah dg penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Menunda Kesenangan