Sejenak Pagi #276 | Kematian

Sejenak Pagi #276 | Kematian

Kemarin siang dikagetkan dengan berita Bapak Bambang Sumantri (dosen saya di jurusan matematika FMIPA-ITS saat itu), beliau luar biasa dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi contoh di kehidupan sehari dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Kematian

Barusan meninggal teman sejawat, adik kelas di departemen Matematika FMKSD-ITS, sama-sama dari jember Bapak Setyo Winarko, dosen yang getol mengajarkan ke siswa – siswa untuk ikut lomba olimpiade matematika semua tingkat dan tidak sedikit anak didiknya yang juara olimpiade matematika tingkat nasional dan internasional.

Semoga keduanya diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan meninggal Husnul Khotimah, aamiin.

  1. Jangan merasa hidup selamanya sebab mati tidak mengenal usia dan tidak harus sakit dulu.
  2. Mati sudah ada jadwalnya, kita semua dapat gilirannya, kita tahu itu
  3. Persiapkan diri saja sebaik-baiknya, detik demi detik.
  4. Jangan tunggu ajal kita dengan melakukan kesia-siaan apalagi kumpulan dosa.
  5. Kemarin dan hari ini adalah masa penantian kematian, saya tidak sebut besok, sbb saya tidak jamin apakah besok saya masih hidup.
  6. Ada manusia yang menanti kematiannya dengan dugem, nongkrong, ngegank, main perempuan, judi, minum dll.
  7. Ada yang mengisi hari-hari penantian kematiannya dengan tilawah, sedekah, silaturrahim, menulis, amar ma’ruf nahi munkar, dan shalat malam, dll
  8. Ada pula yang menanti dengan karya-karya biasa saja, orang-orang standar saja .
  9. Yah begitulah .. Jadilah di dunia seperti musafir yang sejenak istirahat saja, tidak lama lagi kita akan meninggalkannya. Kematian
Baca Juga : Sejenak Pagi #275 | Filosofi Ban

Semoga kita bisa terus istiqomah senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat yang baik, beribadah dengan penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Kematian