Sejenak Pagi #274 | Dulu dan Sekarang

Sejenak Pagi #274 | Dulu dan Sekarang

Dulu,  Dulu dan Sekarang

Aku pernah sangat KAGUM Pada seseorang yang cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karier hidup dan hebat dalam dunianya.

 

Sekarang,

Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.

Aku kagum dengan seseorang yang hebat dalam pandangan Alloh,

Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa sederhana.

 

Dulu,

Aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan ketika orang lain berlaku kasar padaku dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.

 

Sekarang,

Aku memilih untuk BERSYUKUR dan BERTERIMAKASIH,

Karena aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan dan bersabar.

 

Dulu,

Aku memilih MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku,

Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara membuangnya dari peruntuku.

 

Sekarang,

Aku memilih untuk BERSYUKUR dan BERSYUKUR dengan Apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat untuk sesamaku. Dulu dan Sekarang

Baca Juga : Sejenak Pagi #273 | Tertundanya Ijabah Do’a

Dulu,

Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orang tua, saudara dan teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku,

Ternyata yang membuat mereka bahagia adalah bukan itu melainkan ucapan, sikap, tingkah dan sapaan hangatku kepada mereka.

 

Sekarang,

Aku memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku.

 

Dulu,

Pusat pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku,

Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap-NYA.

 

Sekarang,

yang menjadi pusat pikiran dan rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan kepadaNya dan sesama, serta manfaat, jika suatu saat diriku dipanggil oleh-NYA.

 

  • Τak ada yang dapat menjamin bahwa Aku dapat menikmati teriknya matahari besok.
  • Τak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa Aku masih bisa menghirup nafas esok hari.

 

Kalau hari ini dan esok hari aku bisa hidup, itu semata-mata adalah karena Anugerah Alloh.SWt yang sangat luar biasa, maka nikmat manalagi yang akan kita pungkiri.

 

Semoga kita bisa terus istiqomah senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat yang baik, beribadah dg penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Dulu dan Sekarang