Sejenak Pagi #233 | Gempa Palu, Memanggil Jiwa Kemanusian

Sejenak Pagi #233 | Gempa Palu, Memanggil Jiwa Kemanusian

Gempa Palu, Tersentak tatkala mendengar kabar Palu dan Dunggala terkena gempa dan tsunami, tertunduk mata hati tuk istighfar, karena sadar masih banyak salah dan dosa pada diri ini. Air mata belum kering karena baru kemarin saudara kita yang di Lombok tergoncang gempa. Lombok belum sepenuhnya di selesaikan walau bantuan terus mengalir, saat ini sudah muncul lagi Palu dan Donggala.

Ada apa dengan musibah ini?

Musibah mengandung 3 makna dalam kehidupan ini:

  1. Sebagai Ujian, bagi mereka yang akan diangkat derajatnya oleh Alloh Ta’ala. Para ulama, umat Islam yang gigih memperjuangkan aqidahnya di tengah fitnah dunia yang semakin hari semakin meluas.
  2. Sebagai Azab, bagi mereka yang sudah terlampau banyak berbuat maksiat, munafik, menyombongkan diri dan terlalu cinta dunia.
  3. Sebagai Peringatan, bagi mereka yang sedang goyah aqidahnya namun masih beriman kepada Alloh Ta’ala diingatkan untuk kembali ke jalan Alloh Ta’ala.
Baca Juga : Sejenak Pagi #232 | Kita Mesti Ridho

Di antara korban musibah tersebut masuk kelompok yang mana hanya Alloh Ta’ala yang Maha Tahu.

Mari saudara dan sahabatku bersama berdoa untuk keselamatan diri, keluarga, saudara-saudara kita dan Indonesia. Gempa Palu

Mari bertaubat kepada Alloh Ta’ala atas dosa dan kesalahan kita, memperbanyak istighfar, sholawat dan sodaqoh.

Semoga kita dapat belajar dari berbagai musibah di Indonesia, agar kita lebih mendekatkan diri pada Alloh Ta’ala, menjauhkan diri dari perbuatan keji, maksiat, munafik.

Semoga Alloh Ta’ala mengampuni kesalahan dan dosa kita selama ini.

Semoga kita bisa terus istiqomah beribadah dengan penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin, Gempa Palu