Ringkasan Ta’lim | Keberkahan Rizki

Barokah adalah kebaikan Ketuhanan, Keberkahan Rizki

Pembahasan mengenai rizky, sejatinya tidak terlalu sulit untuk bisa kita pahami. Melihat dari sisi pembagiannya yang beraneka ragam dan unik, berupa mabsuth (lapang), maqdur (sempit), dan makfuf (pas-pasan). Keberkahan Rizki

Maka bisa kita lihat dan nilai dengan mudah bahwa rizky itu merupakan sebuah pemberian, bukan kepemilikan atau hasil dari apa yang kita usahakan. Karena dalam pembagian tersebut tidak ada sedikitpun persyaratan yang harus dilakukan seseorang demi memilih dan mendapatkan salah satu darinya, entah itu mabsuth, maqdur, maupun makfuf.

Tak ada kekuatan yang mampu mengatur rizky seseorang sesuai dengan keinginannya sendiri. Sebagaimana ia tak bisa mengatur kapan, dimana dan bagaimana ia akan mati. Hal itu hanyalah rahasia Alloh sendiri. Kita hanya diminta oleh Alloh untuk berusaha dalam mendapatkannya, yang tentunya harus diniatkan ibadah mendekatkan diri pada Alloh. Menggunakan cara “Sakhowatun-Nafs”kah, atau sebaliknya, menggunakan cara “Isyrofun-Nafs”kah…?

Jika kita mencoba dan berusaha mendapatkan rizky Alloh dengan cara Sakhowatun Nafs, dengan tidak bergantung pada dunia, menjadikannya sebagai sarana pendekatan pada Alloh, membuatnya berguna untuk kehidupan dunia dan akhirat, maka keberkahan akan Alloh turunkan dan sertakan bersama harta yang kita dapatkan sehingga membuat lega hati kita akan rizky yang kita dapatkan entah besar ataupun kecil, banyak ataupun sedikit. Keberkahan Rizki

Baca Juga : Ringkasan Ta’lim | Menjadi Manusia Produktif

Di sisi lain, jika kita mencoba dan berusaha mencarinya dengan cara Isyrofun Nafs, berupa ketamakan, tidak pernah puas, bergantung pada dunia, lalai bahwa dunia adalah ladang untuk kita panen kelak di akhirat, maka keberkahan yang Alloh janjikan takkan pernah Dia berikan dan turunkan bersama rizky yang kita terima. Yang dari hal itu kemudian akan membuat kita tidak pernah puas pada dunia, tidak pernah kenyang dengan banyaknya harta, tidak pernah lega terhadap apapun yang kita terima, sehingga tidak mustahil jika kemudian membuat kita berusaha mencari rizky ini dengan cara2 buruk dan tidak diridloi olehNya. Na’udzubillah…

Oleh karena itulah, Rosululloh selalu mengajarkan pada para shohabat, untuk selalu melandaskan segala perbuatan sebagai bentuk ibadah pada Alloh, tidak bergantung pada dunia yang fana, dan menjadikannya sebagai ladang akhirat. Karena keberkahan itu akan muncul saat kecenderungan hati selalu mengarah pada pencarian ridloNya. Keberkahan Rizki

Sabda beliau, “Tangan yang di atas jauh lebih baik dari tangan yang di bawah” -Makna Hadits-

Tangan di atas, bermakna berinfaq dengan harta dan rizky yang didapatkan, tangan di bawah bermakna meminta kebutuhan akan kehidupan.

Dari hadits tersebut, terdapat beberapa hal yang bisa kita ambil dan jadikan pelajaran,

  1. Pembuktian ketidak-bergantungan diri pada dunia dengan cara membagikan rizky yang dimiliki untuk orang-orang yang membutuhkan. Mencoba menekan ketamakan nafsu dan keinginan diri untuk mengumpulkan harta.
  2. Pembuktian akan pemahaman diri terhadap rizky yang bermakna pemberian, bukan kepemilikan.

Karena itulah sangat tidak pantas jika rizky itu kemudian kita tahan, dan sulit untuk dikeluarkan dengan berbagai macam alasan. Karena etika yang baik, apa yang didapat dari pemberian, seyogyanya mudah pula untuk diberikan (pada yang lebih membutuhkan).

Baca Juga : Jadilah Seorang Pemberani

Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan keberkahan dari setiap rizky yang kita dapatkan. Amiin…[] Keberkahan Rizki