Sejenak Pagi #71: Pentingnya Zuhud

Sejenak Pagi #71: Pentingnya Zuhud

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahu ‘anhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasululloh, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Alloh dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Alloh dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.” (HR. Ibnu Majah)

Kandungan Hadist diatas

1. Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud adalah tidak adanya keter-gantungan dan terpusatnya perhatian terhadapnya.

2. Bersikap qana’ah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta bersikap ‘iffah (menjaga kehormatan diri) dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap syubhat.

3. Jiwa yang merasa cukup dan ‘iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Alloh merupakan hakekat zuhud.

4. Zuhud terbagi menjadi tiga tingkatan:

?Meninggalkan yang haram, yang merupakan zuhudnya orang-orang ‘awwam, dan ini adalah fardhu ‘ain.

?Meninggalkan kelebihan-kelebihan dari yang halal, dan ini zuhudnya orang-orang yang khusus.

?Meninggalkan apa-apa yang dapat menyibukkannya dari (mengingat) Alloh, dan ini adalah zuhudnya orang-orang yang mendalam pengetahuannya tentang Alloh.

5. Sesungguhnya tama’ (rakus) terhadap dunia dan terikat dengannya adalah sebab yang akan mendatangkan kebencian Alloh terhadap hamba sedangkan tama’ terhadap apa-apa yang dimiliki manusia dan menanti-nantikannya (berharap agar diberi oleh manusia) adalah sebab yang akan mendatangkan kebencian manusia kepadanya. Maka zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki oleh manusia adalah sebab terbesar yang akan mendatangkan kecintaan manusia kepadanya.

6. Dengan zuhud niscaya manusia mendapatkan ketenangan hidup di dunia dan di akhirat.

Firman Alloh dalam Al-Qur’an :
1. Kemewahan dunia merupakan permainan dan hiburan;
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS. Al-Hadid 57: 20)

2. Akhirat adakah kehidupan yang sebenar-benarnya;
“Dan (ingatlah bahwa) kehidupan dunia ini (meliputi segala kesenangan dan kemewahannya, jika dinilaikan dengan kehidupan akhirat) tidak lain hanyalah ibarat hiburan dan permainan; dan sesungguhnya negeri akhirat itu ialah kehidupan yang sebenar-benarnya; kalaulah mereka mengetahui (hakikat ini tentulah mereka tidak akan melupakan hari akhirat).” [QS. Al-Ankabut : 64]

3. Syetan memperdaya manusia lewat duniawi;
“Wahai manusia! Sungguh, janji Alloh itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memerdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memerdayakan kamu tentang Alloh.” (QS. Fatir 35: 5)

Semoga Alloh menjadikan kita orang-orang yang zuhud terhadap dunia dan zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki manusia.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

?❤?