Cinta Dunia dan Takut Mati

Oleh ; M Junaidi Sahal.

Disampaikan pada Khutbah jumat, di masjid Al Muhajirin, Boston.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran 14).

Perhatikan ayat tsb, bahwa manusia memiliki sifat kecintaan terhadap istri, anak, duit, kendaraan , sawah ladang. Dan hal itu bersifat alami lho…

Namun coba Perhatikan hadis ini;

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278)

Ternyata menurut hadis tersebut,cinta dunia dan takut mati adalah penyakit Wahn yang membuat lemah jiwa mukmin jika terjangkiti.

Nah, Apakah semua sifat cinta dunia dan takut mati itu menjadi penyakit wahn…??

Baca juga: Sarana-sarana Mencapai Kesuksesan Hidup

Cinta dunia itu ada dua;
1. Yang boleh bahkan dianjurkan. Seperti diungakap Ali Imran 14.
Cinta sama istri, anak2, cinta sama pekerjaan.
Inilah cinta yg halal. Bulahkah itu semua dunia?

2. Cinta dunia terlarang , yaitu;
a. Karena haram, atau berdekatan dengan yang haram. Misal; mencintai istri tetangga, mencintai harta yang bukan haknya.
b. Karena tidak memberikan haknya. Cinta terhadap harta dengan tidak bersedekah. Takut berkurang… inilah yang disebut dengan Alloh;
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, ( Al Humazah 2-3)

c. Mengalahkan perintah Alloh lainnya.

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Al Fajr 20).

Takut mati, juga ada dua;

1. Takut mati sebagai naluri Surfaival(pertahanan). Ini harus ada pada kita , lihat hadis dari Aisyah dimana Nabi صلي الله عليه و سلم bersabda;

« مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ « لَيْسَ كَذَلِكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ »
“Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– lantas bersabda, “Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia suka bertemu Allah, maka Allah pun suka berjumpa dengan-Nya. Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim no. 2685).

Perhatikan hadis diatas, takut mati itu alami dan itu sah ada pada setiap manusia.

2. Adapun takut mati yang menjadi penyakit wahn, yaitu takut mati karena kecintaan yang berlebihan kepada dunia.

Takut mati, yang menyebabkan tergadainya aqidah dan ajaran islam karen khawatir kekuasaan dan kedudukan tidak dimilikinya..

Inilah takut mati yang menyebabkan lemah jiwa bagi siapapun yang terjankit penyakit tersebut..

So… kenapa harus takut mati.. kalau kita pasti mati. Kenapa takut mati kalau kematian bagi kita adalah keniscayaan. Kalau kematian membuat kita mulia di sisiNya, kenapa takuut..

Wallohu Alam