Investasi SDM, Membangun Bangsa

Setiap hari penulis bertemu dan ngobrol dengan para pendidik mulai ngajar di jenjang play group hingga SLTA. Para pendidik yang penulis temui terbagi empat tipe:

#1. Berjiwa murobbi, totalitas dalam membina murid, iklas dalam jalankan amanah, dance selalu riang tanpa gundah

#2. Berjiwa labil, ragu, gamang dan memiliki rasa takut tinggi. Mereka sejatinya tidak pernah membayangkan jadi pendidik karena semua disiplin ilmu yang dipelajari di luar disiplin kependidikan. Mereka masuk di dunia pendidikan, karena terpaksa.

#3. Berjiwa materialis. Semangat bagus dalam aktifitas membina dan mendidik murid tatkala mendapat imbalan materi.

#4. Berjiwa pengabdian. Mereka ini menjadikan pendidikan sebagai investasi (education as investement). Melaksanakan aktifitas untuk menghidupkan dunia pendidikan untuk membangun bangsanya.

Langkah nyata menuju program investasi pendidikan (education as investement) setidak-tidaknya adalah:

#1. Lembaga pendidikan diurus secara totalitas dan wajib berkwalitas
#2. Investasi asatidz, guru, pendidik atau pengajar berjiwa murobbi, berkualitas secara akademik dan bekerja dalam pengabdian
#3. Para murid harus diserahkan oleh para orang tua ke sekolah dengan dukungan penuh. Para murid dilatih mengabdikan ilmu. Maka perlu ada pengabdian bagi para murid.
#4. Orientasi dan arah pendidikan dan atau kebijaksanaan pemerintah harus diubah, yang semula berorientasi materi dan kerja diubah ke out put berilmu, siap mengabdi dan bela negara
#5. Materi pembelajaran di sekolah sebaiknya untuk akademik hanya tiga puluh prosen saja, untuk praktikum, pendidikan karakter dan diniyah dalam porsi tujuh puluh prosen.
#6. Pemerintah mengalokasikan bea murid yang mandiri, berprestasi, memiliki karya inovatif, bersosialisasi kemasyarakatan efektif, dan bela negara.
#7. Lembaga pendidik memberi fasilitas dan peluang para murid menghasilkan proyek. Proyek dibiayai negara agar ada kesinambungan dan atau kelanjutan.
#8. Output pendidikan sebaiknya dikelola oleh almamater, pemerintah dan masyarakat sehingga tidak dicaplok oleh industri atau kapitalisme asing yang hadir dalam bentuk penjajahan modern. Seperti saat ini output pendidikan dalam tanda tanya sebagai buruh kapitalisme asing di negeri sendiri.
#9. Pemerintah wajib menumbuh-kembangkan peran serta masyarakat dalam investasi pendidikan, sekaligus wajib bersinergi dengan berbagai bentuk lembaga pendidikan yang tumbuh berkembang di masyarakat.
#10. Semua lapisan masyarakat memberi dukungan program sekolah berkwalitas, sekolah yang menyeimbangkan kwalitas kognitif, afekfif, dan skill.

Anugerah SDA dan SDM untuk negeri kita sangat hebat, berpotensi dan menjadi modal dalam mengelola kehidupan. Sejak di zaman penjajahan pengelolaan SDM di negeri kita hanya untuk pemenuhan tenaga kerja penjajah. Demikian pula saat ini sepertinya tidak jauh dari hal itu. Apalagi tiga puluh tahun akhir-akhir ini ada pergeseran pemanfaatan SDM Indonesia dikirim ke luar negeri tidak sebagai tenaga ahli. Kebijaksanaan ini berdampak tidak menguntungkan pembangunan bangsa jika tidak disertai pemberian edukasi dan keahlian mereka. Negeri kita yang super luas, dan memiliki SDA bernilai tinggi memaksa pemerintah menyiapkan SDM yang mampu mengelola. Investasi SDM merupakan cara terbaik dalam upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan para pejuang kita. Kecerdasan kehidupan bangsa, dan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan serta memiliki kemerdekaan disemua bidang kehidupan. Para pejabat pemerintah tidak diperbolehkan bermain-main dalam upaya mewujudkan investasi SDM unggul. (Imam Mawardi)